Ratusan Warga Polanharjo Kepung Pabrik Aqua

 Berita

Klaten Ratusan warga Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi PT Tirta Investama yang berlokasi di Desa Wangen, Polanharjo, Klaten, Selasa (11/12). Dalam tuntutannya, mereka meminta jatah pemerataan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pabrik produsen Aqua tersebut.

Para pengunjukrasa mendatangai PT Tirta Investama Klaten dengan mengendarai sepeda motor dan mobil bak terbuka. Mereka merupakan warga perwakilan dari 12 desa di wilayah Kecamatan Polanharjo.

Aksi yang diprakarsai paguyuban kepala desa se-Kecamatan Polanharjo itu ingin menyampaikan aspirasi masyarakat Polanharjo yang mengaku belum mendapatkan kesejahteraan atas keberadaan pabrik tersebut.

Perwakilan Kepala Desa, Hapsoro, mengatakan, ada beberapa tuntutan dari masyarakat Kecamatan Polanharjo kepada PT Tirta Investama Klaten. Di antaranya pemerataan CSR, tenaga kerja, dampak lingkungan akibat kendaraan transportasi, dampak berkurangnya debit air, kepedulian pabrik terhadap lingkungan dan keterbukaan dari PT Tirta Investama dan Pemkab Klaten mengenai retribusi yang dikembalikan untuk Kecamatan Polanharjo.

Dari hasil dialog dengan PT Tirta Investama baru membahas mengenai program CSR. Dimana program itu dijanjikan akan menyentuh seluruh desa di Kecamatan Polanharjo. Kami meminta besarnya program CSR untuk 12 desa senilai Rp 200 juta per bulan untuk setiap desa. Namun masih akan dibahas kembali pekan depan, ujar Hapsoro yang juga sebagai Kepala Desa Sidowayah.

Sementara itu, Sustainable Development PT Tirta Investama Klaten, Muhammad Atiq Zambani, menjelaskan, pihak PT Tirta Investama Klaten sudah memberikan jawaban apa yang menjadi tuntutan masyarakat Polanharjo. Misalnya untuk program CSR, mulai 2013 akan menyentuh seluruh desa di Kecamatan Polanharjo. Program akan dijaring melalui mekanisme musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes).

Awalnya program CSR kami berikan Rp 600 juta per tahun untuk 12 desa. Namun demikian kepala desa menolak dan meminta Rp 200 juta per bulan untuk setiap desanya. Untuk itu dari manajemen akan mendiskusikan kembali apakah ada peluang-peluang untuk dinaikkan nominal itu. Pekan depan akan dibahas kembali bersama para kepala desa, ujar Atiq.

Mengenai tuntutan lainnya, sambung Atiq, sudah bisa disepakati bersama. Misalnya mengenai pemerataan tenaga kerja, memperbaiki kerusakan jalan akibat transportasi produk Aqua dan perbaikan saluran irigasi secara berkelanjutan di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur dan Kapilaler.

Sementara itu, Camat Polanharjo, Agus Salim, berharap apa yang menjadi tuntutan masyarakat bisa terealisir oleh PT Tirta Investama Klaten. Ini tuntutan masyarakat Polanharjo. Semoga bisa terealisasi, ujarnya.

Sumber: http://www.timlo.net/baca/51565/ratusan-warga-polanharjo-kepung-pabrik-aqua/