Gradasi Cabut Warna Canthing Jadi Tren Lurik Batik 2013

 Berita

Klaten Kain lurik terus berjuang demi mempertahankan jati dirinya sebagai kerajinan tenun tradisional Indonesia yang mampu merambah pasar Nasional dan Internasional.

Selama perjalanannya, kain lurik yang pernah dianggap sebagai bahan untuk pakaian kelas dua itu kini telah banyak mengalami perubahan mengikuti perkembangan jaman. Bahkan banyaknya inovasi mampu mengubah lurik menjadi pilihan setiap kalangan.

Seperti yang dilakukan Direktur CV. Yoga Pratama Mandiri, Klaten, KRT Sandiyo SE, MM, yang berkreasi mengubah lurik menjadi lurik batik dengan berbagai motif. Sejak 2003 terjun di dunia lurik, hingga kini ia sudah memiliki 600 lebih motif lurik dan lurik batik yang dikerjakannya dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Di penghujung 2012 ini, Sandiyo juga mengeluarkan motif lurik batik terbaru, yakni motif lurik slewah, lurik lukis dan gradasi. Dari ketiga motif itu lurik slewah dan lurik batik gradasi paling laku dipasaran.

Motif-motif itu memang lagi tren saat ini. Untuk motif lurik slewah, rata-rata enam bum habis terjual setiap bulannya. Sedangkan untuk lurik batik gradasi penjualan rata-rata 1.500 meter per bulan, kata Sandiyo saat ditemui di rumahnya di Dukuh Kepoh, Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Klaten, Sabtu (10/11).

Ia menjelaskan, ide awal membuat motif lurik slewah itu bermula ketika dirinya mengkombinasikan lurik polos yang diakali dengan lurik warna. Sedangkan lurik batik gradasi yakni berbagai motif seperti buterfly, flora fauna, parang burung, keong, dan sebagainya.

Untuk membuat desain lurik slewah itu mulanya membuat desain yang tidak pantas. Misalnya mengacak kombinasi satu motif dengan dengan bermacam-macam warna. Berawal dari ide itu justru permintaan di pasar regional seperti di Jawa tengah dan luar Jawa meningkat, ujar pemilik Yoga Art Design ini.

Selain itu, ia juga akan mengusung motif lurik batik gradasi cabut warna canthing dan printing prodo yang akan menjadi tren lurik batik pada 2013 mendatang. Dimana kombinasi di dalamnya lebih ke warna.

Motif itu akan kami launching pada 2013. Kreasinya lebih ke penambahan warna dari motif sebelumnya. Selain itu ada juga kombinasi dengan prodo. Pokoknya masih banyak lagi motifnya, ujar Sandiyo.

Sebelumnya, model lurik benang emas karyanya juga pernah menjadi tren fashion 2010. Bahkan, beberapa karyanya juga masuk nominasi lomba desain UNESCO Award of Exelence.

Atas kreasinya itu, Sandiyo pernah mendapat penghargaan yang didukung empat kementerian, seperti Citra Executive dan Profesional Anak Bangsa Berprestasi dari Media Executive pada 2008. Setahun kemudian ia mendapat Citra Generasi Pembangunan dari Media Executive, Citra Executive dan Profesional ASEAN Award Media Executive.

Bahkan ia juga sempat mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas keberhasilannya mengembangkan desain industri kecil di tingkat lokal dan Nasional. Upakarti kategori Jasa Pelestarian tahun 2010 ini diserahkan secara langsung oleh presiden di Istana Negara, Jakarta.

Sumber: http://www.timlo.net/baca/44655/gradasi-cabut-warna-canthing-jadi-tren-lurik-batik-2013/